Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Uncategorized’ Category

An-Nur-26

Terjemahan:
Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). (Q.S. An-Nuur ayat 26)

Sedikit cerita dibalik turunnya ayat ini, ayat ini turun ketika istri Rasulullah SAW, yaitu Aisyah, RA dituduh tidak setia kepada Rasulullah. Tuduhan ini dilontarkan karena Aisyah, bersama seorang sahabat, sempat terpisah dari rombongan Rasulullah. Kemudian muncullah tuduhan, atau kalau di jaman sekarang namanya gosip, bahwa Aisyah ada apa-apa dengan sahabat tersebut. Aisyah sempat sedih, dan berdo’a kepada Alloh mohon pertolongan. Akhirnya turunlah ayat tersebut bersama ayat-ayat yang lain (Q.S An-Nuur ayat 11-26) yang intinya melarang kita untuk gampang menuduh orang lain berbuat zina. Harus dibuktikan dulu tuduhan tersebut oleh 4 saksi, dsb.

Tapi saya hanya ingin fokus di ayat 26 ini saja.

Logika dari ayat ini adalah (saya tuliskan dalam logika matematika biar seru :D)

Premis Mayor:
Seorang yang baik akan mendapatkan jodoh yang baik. Seorang yang keji akan mendapatkan jodoh yang keji.

Premis Minor:
Rasulullah SAW adalah orang yang paling baik.

Maka kesimpulannya adalah, jodoh dari Rasulullah pastilah wanita yang baik pula. Sehingga Aisyah adalah wanita yang baik dan tidak akan selingkuh dengan laki-laki lain.

Jadi antara kita dan jodoh kita pastilah ada kesetaraan secara kumulatif. Tidak akan jodoh kita lebih baik dari kita atau lebih buruk. Karena kalau lebih buruk dari kita, pasti Alloh akan memilihkannya orang lain yang lebih buruk dari kita. Atau kalau ia lebih baik, maka Alloh juga akan memilihkannya orang lain yang lebih baik dari kita. Saya pernah mendengar satu ungkapan bahwa jalan untuk mendapat jodoh yang baik yang pertama adalah terus-menerus memperbaiki diri. Dengan terus menerus memperbaiki diri hingga ke suatu level, InsyaAlloh kita akan diberi jodoh yang baik pada level tersebut juga.

Nah, kemudian ketika sebuah rumah tangga berjalan, muncullan ketidakpuasan-ketidakpuasan. Hingga kemudian terbersit di pikiran hal-hal yang bikin galau. Misalnya ada seorang suami yang berpikiran begini..

“Kok bisa sih istriku ini gak berkualitas blas. Gak bisa dandan, gak bisa masak, gak bisa ini.. itu.. Katanya laki-laki yang baik untuk wanita yang baik. Aku sudah baik, tapi kenapa istriku seperti ini?”

Atau ada juga istri yang berpikirian begini ..

“Duh, suamiku ini gajinya kenapa kecil, Ngerjain pekerjaan berat yang berkaitan dengan perbaikan rumah macam memperbaiki keran air, talang, genteng juga ga bisa. Suami kok gak bertalenta banget sih. Padahal aku kan istri yang baik. Cantik, solehah, pinter masak, dsb”

Hmmmmmm,,, saya akan membahas sambil menghela nafas panjang….

Menurut saya, itu adalah komentar seorang suami dan istri yang tidak tahu diri. Hehehe. Ge eR (Gede Roso) banget sih. Yakinkah dirimu sebaik itu. Kalau merujuk dari Surat Ar-Rum ayat 26 itu jodoh kita kan setara. Kalau yang kelihatan dari suami/istri kita yang jelek-jelek saja, pasti dalam diri kita juga ada yg jelek-jelek tetapi tidak disadari. Karena kalau tidak setara, pasti tidak dijodohkan oleh Alloh.

Atau ada juga keluhan seperti ini,

“Aku sudah setia, merawat suami, merawat anak-anak, mengurus rumah, tapi kenapa suamiku masih selingkuh juga”

Atau sebaliknya

“Aku ini cari uang pontang-panting siang-malam buat siapa lagi kalau bukan buat istri, tapi waktu aku kerja, eh malah istriku selingkuh”

Wah, ini kasus berat. Macam di sinetron.
Tetapi berhentilah saling menyalahkan, seakan diri sendiri yang paling suci. Sekali lagi, Alloh menciptakan jodoh kita setara. Jangan-jangan ketika pasangan kita selingkuh, kita dulu pernah selingkuh duluan. Atau berniat selingkuh tapi belum keturutan. Oleh karena itu selingkuhlah sebelum kamu diselingkuhi.. 😀 (Ini ajakan sesat). Tapi kalaupun itu terjadi (semoga tidak) langkah apa yang harus dilakukan, mohon maaf saya tidak tahu jawabannya karena belum pernah mengalami.

Tetapi tujuan tulisan ini tidak bermaksud untuk memahami latar belakang kenapa seseorang selingkuh. Pengennya membahas diluar konteks itu. Intinya adalah saya ingin mengajak menghargai apapun yang dimiliki jodoh kita. Karena ia pasti setara dengan kita. Kalau tidak setara, pasti tidak dijodohkan oleh Alloh. Mungkin istri kita punya kelemahan, tapi ia pasti punya kelebihan. Suami juga pasti banyak kelebihan (uang), tapi sadar diri dong, kita juga banyak kekurangan lho. Jadi saling menghargai saja. Kita menikahi seseorang itu kan satu paket. Ya cantiknya, pinternya, sekaligus cerewetnya & judesnya.

Jadi jangan khawatir, Istriku. Terlepas dari segala kekuranganmu, engkau adalah wanita yang tepat untukku. Karena Alloh telah menjodohkan kita. Dan juga suamimu ini, jelek-jelek & tukang tidur gini juga pasti laki-laki yang tepat untukmu. 😀

Iklan

Read Full Post »

Mendengarkan

Membaca, menulis, mendengarkan dan berbicara..

Saya sangat suka mendengarkan. Bisa dikatakan kegiatan favorit saya adalah mendengarkan orang lain berbicara. Seorang teman pernah curhat bahwa dia mengantuk saat diajar salah satu dosen karena dosen ini suka bercerita kemana-mana keluar dari materi kuliah. Tetapi ketika saya ikut kuliah beliau, ternyata menyenangkan sekali. Saya selalu mengikuti kuliah beliau. Dan saya suka mendengarkan cerita-ceritanya.
Saya suka mendengarkan pembicaraan antara sopir bis dan kernet yang bercerita tentang kehidupan jalanan, keluarga mereka, dan liku-liku memburu penumpang.
Saya suka mendengarkan curhat seorang ibu yang telah 4 kali gagal mendapatkan visa ke suatu negara demi menemani putrinya yang sedang hamil. Dan beliau telah menyerah dan tidak mau mengurus untuk kelima kalinya. Menurut saya, sebenarnya masalahnya sepele. Ibu ini tidak bisa bahasa inggris. Tetapi saya lebih memilih mendengarkan keluh kesahnya dan tidak berusaha memberi solusi. Toh ibu ini sudah menyerah.
Saya suka mendengarkan ceramah Aa Gym setiap pagi di MQFM (Kalau ini mah banyak yang suka. Hehe). Terlepas dari kehidupan pribadinya, kita harus mendengarkan apa yang dibicarakan bukan siapa yang berbicara.

Intinya saya suka mendengarkan.
Tetapi saya juga suka membaca dan menulis meskipun tidak sebesar saya suka mendengarkan.
Dan yang paling jarang saya lakukan adalah berbicara.
Kita punya 2 telinga untuk mendengarkan, 2 mata untuk membaca, 2 tangan untuk menulis, dan hanya 1 mulut untuk berbicara. Sehingga logis kalau saya memilih untuk sedikit berbicara.

Read Full Post »

Prihatin..

Sorry, x10Hosting is not currently accepting signups from your country (ID) as a result of high levels of abusive requests.
Please try back later.

Balasan di atas saya dapatkan ketika mendaftar di x10Hosting.
Oh, Bangsa Indonesia, apakah yang telah kita lakukan..

Read Full Post »

Dua gambar di atas saya ambil dari wahana kursi terbang yang terdapat pada salah satu taman bermain di Malang. Pada wahana ini, pengunjung diajak berputar berkeliling diatas ketinggian sekitar 5 meter. Kursi yang dinaiki pengunjung telah dilengkapi sabuk pengaman. Besi pengait kursi tentu sudah didesain sedemikian rupa dan sekuat mungkin sehingga mencegah kursi terlepas dari rangka wahana tersebut.

Tetapi pernahkah anda pikirkan apa yang akan terjadi bila terjadi kecelakaan?

Klik disini untuk baca selengkapnya

Read Full Post »

Ternyata..

Ternyata yang optimis satu putaran benar-benar berhasil mewujudkan satu putaran..
Meskipun saya berbeda pendapat..
Tetapi apapun hasilnya,,
Selamat..

Read Full Post »