Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Touring’ Category

Jatim, Propinsi 1001 ATB (AC Tarif Biasa)

Harapan Jaya AC Tarif Biasa Surabaya-Trenggalek

Meminjam istilah negeri 1001 malam, bolehlah kalau saya menyebut Jawa Timur sebagai propinsi 1001 ATB. Karena dunia perbis-an di Jawa Timur memang sedang dibombardir oleh bis-bis AC tarif biasa. Bis AC Tarif biasa artinya bis ekonomi dengan tarif ekonomi tetapi bisnya dilengkapi AC sehingga membuat penumpang semakin nyaman. Fasilitas AC ini tidak membuat tarifnya naik dibandingkan dengan bis ekonomi yang tanpa AC. Sama saja.

Lho, kalau gitu pemilik bus rugi dong? karena melengkapi bis ekonomi dengan AC, tetapi tidak mendapat pendapatan tambahan. Belum tentu. Pada awalnya menyediakan bis dengan AC memang membutuhkan modal yang lebih besar dan biaya operasional yang lebih besar pula. Harga bis AC sekitar seratusan juta rupiah lebih mahal dibandingkan bis tanpa AC. Tetapi dengan tambahan kenyamanan yang diberikan, tentunya bis ekonomi ATB akan banyak diminati penumpang sehingga pemasukan yang didapat akan lebih besar.

Klik disini untuk baca selengkapnya

Read Full Post »

Harapan Kita Probolinggo-Surabaya-Cirebon

Dari Probolinggo hingga Cirebon. Sebuah rute yang cukup jauh untuk sebuah bus ekonomi. Dari Jawa Timur hingga Jawa Barat. Dengan total waktu tempuh sekitar 14 jam, dan dilakukan oleh satu orang sopir alias engkel. Soal kualitas sopir,, jangan diragukan. Semuanya prima !!. Tapi jujur saja, tidak ugal-ugalan. Cara mengemudinya halus dan terukur. Semua bis Harapan Kita Tujuan Cirebon dilengkapi dengan AC walaupun tarifnya ekonomi, yang dikenal dengan AC Tarif Biasa (ATB).

Harapan Kita Tujuan Cirebon di Terminal Bungurasih

Itulah deskripsi sepintas tentang bis Harapan Kita, biasa disingkat Harkit (Grup Akas NNR) yang memiliki rute Probolinggo-Cirebon ini. Sudah sekitar 10x saya naik Harkit, hampir semuanya dari Surabaya ke Cirebon, dan hanya satu kali ke arah sebaliknya. Saat akan berangkat ke Bandung, Harkit selalu masuk dalam pertimbangan rute yang saya pilih. Biasanya saat ingin naik Harkit, saya berangkat sekitar jam 2 dari Malang, Tiba di Terminal Bungurasih sekitar jam 4, dan tinggal menunggu Harkit yang biasanya parkir di belakang jalur pemberangkatan bis ekonomi, atau di sebelah bis-bis malam tujuan Denpasar. Seringkali saya naik bis terakhir, yang menurut jadwal berangkat jam 17.30, dan tiba di Cirebon jam 4 pagi. Selanjutnya saya meneruskan ke Bandung dengan bis patas Cirebon-Bandung.

Klik disini untuk baca selengkapnya

Read Full Post »

Touring Gagal: Malang-Surabaya P.P.
22 Oktober 2011

Touring, sebuah kata langka yang saat ini jarang sekali saya rasakan. Kalau dulu, minimal satu bulan sekali saya pasti menikmati perjalanan sekitar 20 jam di atas bis-bis yang mengantar saya melintasi kota-kota diantara Bandung dan Malang. Dulu, minimal satu bulan sekali saya melakukan perjalanan yang melelahkan, menguras banyak pikiran dan tenaga, dan membuat saya kapok, tapi kapok itu hanya berlangsung sebentar karena satu bulan kemudian, pasti saya melakukan perjalanan dengan cara yang sama. Kapok Lombok, itulah istilah yang diberikan orang Jawa untuk keadaan seperti ini. Kapok seperti saat makan makanan pedas hingga menangis, tapi selanjutnya tidak tahan lagi untuk kembali memakan makanan sejenis.

Tapi sekarang keadaan telah berubah. Saya tidak lagi punya kesempatan untuk bersenang-senang seperti dulu. Pekerjaan yang menumpuk, bahkan di hari libur pun kerja, membuat saya praktis tidak punya banyak waktu untuk touring melintasi penjuru pulau jawa seperti dulu. Selama ini, bila saya kangen dengan suasana touring, yang bisa saya lakukan hanyalah sekedar nongkrong di ruang tunggu Terminal Arjosari. Atau kalau ada waktu yang lebih longgar, naik bis Malang-Surabaya P.P., itu pun baru dua kali dalam 10 bulan terakhir. Bisa dibayangkan bukan, hasrat touring saya bagaikan nafsu yang menggebu, yang sudah lama tertahan dan ingin segera dilampiaskan. Ironis juga sebenarnya. Kalau dulu waktu masih mahasiswa, punya banyak waktu tapi tidak bisa touring karena uang saku pas-pasan. Sekarang, penghasilan sudah (Alhamdulillah) lumayan, tetapi tetap saja tidak bisa touring karena tidak ada waktu.

Keinginan touring ini pun semakin menggebu setelah untuk pertama kalinya setelah sekian lama saya membuka kembali forum bismania. Disana terdapat beberapa kisah touring yang semakin menggoda saya untuk melakukannya. Akhirnya di suatu hari saya memutuskan bahwa di weekend kemarin (22-23 Oktober), saya harus touring. Tidak perlu terlalu jauh. Mungkin mencapai kota Solo atau Semarang saja sudah cukup. Yang penting touring !!.

Rencana pun disusun. Ternyata jadwal di akhir pekan tersebut juga tidak longgar-longgar banget, sehingga saya hanya dapat memanfaatkan satu hari (22 Oktober) untuk touring. Tidak apa-apa lah.. 1 hari juga sudah dapat digunakan untuk mengarungi Malang-Solo PP, atau Malang-Semarang PP. Atau kalau memungkinkan Malang-Solo-Semarang-Malang. Hehe. Karena hari yang bisa saya manfaatkan hanya satu hari, maka berarti saya harus berangkat sepagi mungkin, sehingga malam hari dapat tiba di rumah kembali.

Hari yang dinanti pun tiba. Hari Sabtu, 22 Oktober pun datang..

Minibus milik Pahala Kencana

Klik disini untuk baca selengkapnya

Read Full Post »