Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Catatan Perjalanan’ Category

Kali ini saya ingin membahas lagi tentang Harapan Kita Cirebonan. Hal ini karena saya merasa tulisan saya sebelumnya sudah tidak up-to-date lagi. Tulisan saya tentang bis Harapan Kita sebelumnya dapat dibaca disini.

Harapan Kita Probolinggo-Surabaya-Cirebon

Entah mulai kapan, tapi yang jelas November 2012 ini ketika saya berkunjung ke Terminal Bungurasih, terdapat 5 kali pemberangkatan sehari, dibanding dengan beberapa tahun yang lalu yang hanya 2-3 pemberangkatan sehari. Info ini saya dapat dari pembicaraan saya dengan pengurus Harapan Kita di Terminal Bayuangga, Probolinggo bulan April yang lalu dan comment pengurus Harapan Kita Cirebon, mas Eko Rusyana di posting saya tentang Harapan Kita sebelumnya.

Menurut mas Eko Rusyana, jadwal pemberangkatan Harapan Kita Probolinggo-Surabaya-Cirebon adalah sebagai berikut.

Dari Probolinggo (tujuan Cirebon)
10.00
11.14
12.30
13.30
14.15

Dari Surabaya (tujuan Cirebon)
13.00
14.15
15.30
17.30
18.15

Dari Cirebon (tujuan Surabaya-Probolinggo)
10.45
12.00
13.45
14.30
15.15

Bagaimana tampilan armadanya? Berikut ini sedikit update terbaru tentang armada yang digunakan.

Armada pertama berangkat dari Terminal Bayuangga, Probolinggo sekitar jam 10.00. Biasanya Harapan Kita parkir di belakang jalur pemberangkatan Patas Surabaya di Terminal Bayuangga. Seperti kebiasaan, bis ini juga tidak masuk jalur pemberangkatan bis ekonomi tujuan Surabaya, melainkan langsung keluar terminal lewat jalur bebas, dan berhenti sejenak menjelang keluar terminal.

Harapan Kita Cirebon di Terminal Bayuangga

Harapan Kita Cirebon di Terminal Bayuangga

Klik disini untuk baca selengkapnya

Iklan

Read Full Post »

Escape (2)

Escape from Routinity (2)
Malang-Surabaya PP
17 November 2012

Setelah sekitar empat jam saya menjadi pengamat di Terminal Bungurasih, jam 15.30 saya memutuskan untuk pulang. Ternyata refreshing saya sebagian besar tidak dihabiskan di dalam bis, tapi malah di Terminal. Ya tidak apa-apa. Yang penting happy.. 😀

Sebenarnya waktu itu masih belum ingin pulang sih, masih ada kisah-kisah di Bungurasih yang ingin saya amati. Ada Harapan Kita juga yang ingin saya nikmati. Tetapi kemudian saya melihat satu bis tujuan Malang yang menarik perhatian. Bis tersebut adalah Medali Mas ATB.

Bis warna merah ini sudah cukup lama jadi primadona di jalur Surabaya-Malang-Blitar. Bis ekonomi yang menurut saya lebih pantas jadi bis Patas, bahkan bis Executive. Karena bis ini bermesin Hino R260 yang masih lumayan baru, dibalut bodi Jetbus buatan Adiputro, ada suspensi udaranya, LCD, AC, bahkan ada toilet. Dan lucunya, armada ATB Medali Mas ini bahkan lebih mewah daripada armada Patas Medali Mas Malang-Surabaya. Kenapa bis baru ini tidak untuk Patas saja? Entah strategi apa yang diterapkan pemilik Medali Mas, tapi yang jelas bis ini saat ini menjadi primadona penumpang.

Medali Mas Surabaya-Blitar

Klik disini untuk baca selengkapnya

Read Full Post »

Escape (1)

Escape from Routinity (1)
Malang-Surabaya PP
17 November 2012

Akhir pekan ini sebenarnya adalah long weekend bagi kita semua. Terdapat libur peringatan tahun baru Islam di hari Kamis, plus cuti bersama di hari Jum’at, dan Sabtu Minggu yang merupakan hari libur reguler kita. Sangat wajar di masa long weekend seperti ini saya liburan ke suatu tempat yang jauh dari rumah, Bandung misalnya, atau Bali, atau Karimun Jawa, atau Raja Ampat sekalian (#pret). Hehehe..

Tapi long weekend kali ini tidak terasa sama sekali bagi saya. Kalau pekerjaan saya hanya pekerjaan kantor, mungkin saya dapat menikmati long weekend ini. Tapi untuk seseorang yang ingin mendapatkan lebih dari apa yang didapat dari kantor, maka long weekend inilah saat untuk mengerjakannya. Jadi, apa yang saya lakukan di long weekend ini? Kerja !! Bukan sesuatu yang spesial sih. Saya bukan seseorang yang workaholic. Tapi memang saya punya target. Dan long weekend seperti peluang besar untuk memenuhi target-target itu.

Tapi saya jenuh juga. Hahaaha.. Setelah Kamis & Jum’at kerja dan menghadiri beberapa acara, akhirnya saya capek juga. Ingin sekali lepas sejenak dari rutinitas ini. Oke, saya harus melepas penat walaupun hanya sehari. Refreshing. Dan refreshing saya adalah naik bis. Hehehe. Jadi touring kali ini memang serba spontan. Pokoknya berangkat. Tujuannya, itu urusan nanti.

Perjalanan kali ini diawali dengan menitipkan sepeda motor di penitipan tepat di depan pintu masuk bis Terminal Arjosari. Di long weekend seperti ini, cari penitipan motor susahnya setengah mati. Sebagian besar sudah penuh, bahkan di tempat penitipan yang dikelola pribadi di utara terminal. Untung masih dapat tempat. 😀 Selesai menitipkan sepeda, masuk ke terminal.

Terminal Arjosari

Klik disini untuk baca selengkapnya

Read Full Post »

Pengantar:
Sekedar menceritakan kisah perjalanan saya ke Bandung pertama kali yang saya lakukan ketika kelas 2 SMA. Perjalanan oper-oper bis (ternyata hobi saya oper2 bis sudah saya dapat sejak remaja lho !!), kemudian terlantar di terminal dan tiba di suatu tempat yang sama sekali asing bagi saya. Alhamdulillah masih bisa survive dan pulang dengan selamat. Hehehe.. Sebenarnya menulis kisah ini diawali saat ingin menulis tentang lagu-lagunya Celine Dion yang menghiasi beberapa bagian dari hidup saya. Tapi kisah ini terlalu panjang untuk jadi bagian dari posting tentang Celine Dion tersebut. Akhirnya saya putuskan membuat satu post tersendiri tentang kisah ini.

Saat saya SMA kelas 2 liburan caturwulan I, sekolah mengadakan karyawisata ke Bandung. Salah satu tempat yang dikunjungi adalah ITB. Karena waktu SMA saya bercita-cita meneruskan ke ITB, saya langsung memutuskan ikut. Tetapi waktu itu, biaya yang harus dibayar lumayan mahal, sekitar 250 ribu rupiah. Sebenarnya orang tua saya tidak akan keberatan membayar biaya segitu, tapi mental hemat (pelit) saya yang sudah tertanam sejak dulu kala membuat saya ragu-ragu. Akhirnya saya memutuskan tetap berangkat ke Bandung tetapi dengan naik bis sendiri. Naik bis apa? Saya tidak tahu. Di Bandung tidur dimana? Saya juga tidak tahu. Nekad saja. Disamping mencari sedikit info dari Internet tentang rute perjalanan ke Bandung, peta Bandung, dsb, dan tentunya nama terminal di Bandung (Cicaheum). (tahun 2000 saya sudah kenal Internet lho. Hehe)

Klik disini untuk baca selengkapnya

Read Full Post »

Jatim, Propinsi 1001 ATB (AC Tarif Biasa)

Harapan Jaya AC Tarif Biasa Surabaya-Trenggalek

Meminjam istilah negeri 1001 malam, bolehlah kalau saya menyebut Jawa Timur sebagai propinsi 1001 ATB. Karena dunia perbis-an di Jawa Timur memang sedang dibombardir oleh bis-bis AC tarif biasa. Bis AC Tarif biasa artinya bis ekonomi dengan tarif ekonomi tetapi bisnya dilengkapi AC sehingga membuat penumpang semakin nyaman. Fasilitas AC ini tidak membuat tarifnya naik dibandingkan dengan bis ekonomi yang tanpa AC. Sama saja.

Lho, kalau gitu pemilik bus rugi dong? karena melengkapi bis ekonomi dengan AC, tetapi tidak mendapat pendapatan tambahan. Belum tentu. Pada awalnya menyediakan bis dengan AC memang membutuhkan modal yang lebih besar dan biaya operasional yang lebih besar pula. Harga bis AC sekitar seratusan juta rupiah lebih mahal dibandingkan bis tanpa AC. Tetapi dengan tambahan kenyamanan yang diberikan, tentunya bis ekonomi ATB akan banyak diminati penumpang sehingga pemasukan yang didapat akan lebih besar.

Klik disini untuk baca selengkapnya

Read Full Post »

Harapan Kita Probolinggo-Surabaya-Cirebon

Dari Probolinggo hingga Cirebon. Sebuah rute yang cukup jauh untuk sebuah bus ekonomi. Dari Jawa Timur hingga Jawa Barat. Dengan total waktu tempuh sekitar 14 jam, dan dilakukan oleh satu orang sopir alias engkel. Soal kualitas sopir,, jangan diragukan. Semuanya prima !!. Tapi jujur saja, tidak ugal-ugalan. Cara mengemudinya halus dan terukur. Semua bis Harapan Kita Tujuan Cirebon dilengkapi dengan AC walaupun tarifnya ekonomi, yang dikenal dengan AC Tarif Biasa (ATB).

Harapan Kita Tujuan Cirebon di Terminal Bungurasih

Itulah deskripsi sepintas tentang bis Harapan Kita, biasa disingkat Harkit (Grup Akas NNR) yang memiliki rute Probolinggo-Cirebon ini. Sudah sekitar 10x saya naik Harkit, hampir semuanya dari Surabaya ke Cirebon, dan hanya satu kali ke arah sebaliknya. Saat akan berangkat ke Bandung, Harkit selalu masuk dalam pertimbangan rute yang saya pilih. Biasanya saat ingin naik Harkit, saya berangkat sekitar jam 2 dari Malang, Tiba di Terminal Bungurasih sekitar jam 4, dan tinggal menunggu Harkit yang biasanya parkir di belakang jalur pemberangkatan bis ekonomi, atau di sebelah bis-bis malam tujuan Denpasar. Seringkali saya naik bis terakhir, yang menurut jadwal berangkat jam 17.30, dan tiba di Cirebon jam 4 pagi. Selanjutnya saya meneruskan ke Bandung dengan bis patas Cirebon-Bandung.

Klik disini untuk baca selengkapnya

Read Full Post »

Touring Gagal: Malang-Surabaya P.P.
22 Oktober 2011

Touring, sebuah kata langka yang saat ini jarang sekali saya rasakan. Kalau dulu, minimal satu bulan sekali saya pasti menikmati perjalanan sekitar 20 jam di atas bis-bis yang mengantar saya melintasi kota-kota diantara Bandung dan Malang. Dulu, minimal satu bulan sekali saya melakukan perjalanan yang melelahkan, menguras banyak pikiran dan tenaga, dan membuat saya kapok, tapi kapok itu hanya berlangsung sebentar karena satu bulan kemudian, pasti saya melakukan perjalanan dengan cara yang sama. Kapok Lombok, itulah istilah yang diberikan orang Jawa untuk keadaan seperti ini. Kapok seperti saat makan makanan pedas hingga menangis, tapi selanjutnya tidak tahan lagi untuk kembali memakan makanan sejenis.

Tapi sekarang keadaan telah berubah. Saya tidak lagi punya kesempatan untuk bersenang-senang seperti dulu. Pekerjaan yang menumpuk, bahkan di hari libur pun kerja, membuat saya praktis tidak punya banyak waktu untuk touring melintasi penjuru pulau jawa seperti dulu. Selama ini, bila saya kangen dengan suasana touring, yang bisa saya lakukan hanyalah sekedar nongkrong di ruang tunggu Terminal Arjosari. Atau kalau ada waktu yang lebih longgar, naik bis Malang-Surabaya P.P., itu pun baru dua kali dalam 10 bulan terakhir. Bisa dibayangkan bukan, hasrat touring saya bagaikan nafsu yang menggebu, yang sudah lama tertahan dan ingin segera dilampiaskan. Ironis juga sebenarnya. Kalau dulu waktu masih mahasiswa, punya banyak waktu tapi tidak bisa touring karena uang saku pas-pasan. Sekarang, penghasilan sudah (Alhamdulillah) lumayan, tetapi tetap saja tidak bisa touring karena tidak ada waktu.

Keinginan touring ini pun semakin menggebu setelah untuk pertama kalinya setelah sekian lama saya membuka kembali forum bismania. Disana terdapat beberapa kisah touring yang semakin menggoda saya untuk melakukannya. Akhirnya di suatu hari saya memutuskan bahwa di weekend kemarin (22-23 Oktober), saya harus touring. Tidak perlu terlalu jauh. Mungkin mencapai kota Solo atau Semarang saja sudah cukup. Yang penting touring !!.

Rencana pun disusun. Ternyata jadwal di akhir pekan tersebut juga tidak longgar-longgar banget, sehingga saya hanya dapat memanfaatkan satu hari (22 Oktober) untuk touring. Tidak apa-apa lah.. 1 hari juga sudah dapat digunakan untuk mengarungi Malang-Solo PP, atau Malang-Semarang PP. Atau kalau memungkinkan Malang-Solo-Semarang-Malang. Hehe. Karena hari yang bisa saya manfaatkan hanya satu hari, maka berarti saya harus berangkat sepagi mungkin, sehingga malam hari dapat tiba di rumah kembali.

Hari yang dinanti pun tiba. Hari Sabtu, 22 Oktober pun datang..

Minibus milik Pahala Kencana

Klik disini untuk baca selengkapnya

Read Full Post »

Older Posts »